Konsep teknologi baru ini benar2 bisa dibilang terobosan baru dalam dunia computing, dengan teknologi ini, dunia seakan2 bisa diliat dari jendela berukuran 7 inci di telapak tangan mu (bukan laptop! yang ini lebih keren dari laptop!!!). Produk baru yang dinamakan “The Looking Glass” ini mempunyai ide yang sangat simple, dengan kamera, scanner, GPS, dan internet, Dunia seakan2 cuma sebesar telapak tangan mu…Tinggal arahkan alat ini ke mana aja ( bangunan, mobil, ato tulisan, dll…), alat ini langsung menganalisa objectnya dengan google, wikipedia, dll…liatin gambarnya untuk ngerti lebih lagi ttg teknologi ini….
Archive for February, 2008
Apa saja profesi yang tersedia bagi mereka yang menekuni bidang Teknologi Informasi? Jangan takut, ada segudang. Industri Teknologi Informasi (TI), terus melangkah maju dengan perusahaan raksasa kelas dunia, seperti Microsoft dan IBM. Khusus di Indonesia industri TI dapat dikembangkan dan menyumbangkan devisa negara, paling tidak sekitar USD 8,2 miliar sampai tahun 2010. Target ini tidak berlebihan karena pasar dunia TI sudah mencapai USD 1 triliun. Kebutuhan SDM TI profesional semakin tinggi, sehingga memungkinkan banyak pekerjaan di bidang TI yang bisa dilakukan.
Kekurangan SDM
Tenaga TI profesional tidak mudah diperoleh bahkan di Lembah Silikon (AS) sekalipun masih kekurangan SDM TI. Mereka mendapatkan SDM TI dengan mengimpor dari India dan Cina, atau melakukan relokasi pabriknya ke negara berkembang seperti Indonesia. Teknologi Informasi saat ini sudah menjadi kebutuhan pokok setiap organisasi atau perusahaan, karena merupakan senjata paling ampuh untuk memenangkan persaingan yang semakin kompetitif. Teknologi Informasi tidak lagi dipandang sebagai biaya, akan tetapi merupakan investasi mutlak demi kelangsungan hidup perusahaan. Investasi ini akan menjadi sia-sia tanpa dukungan SDM yang unggul dan memiliki keterampilan serta profesionalisme di bidang Teknologi Informasi.
Pendidikan terbaik di dunia? Bukan Harvard, bukan Amerika, juga bukan Inggris, apalagi Indonesia — melainkan Finlandia, negeri yang paling tidak korup di muka bumi ini. Hebatnya, Finlandia tak cuma jagoan mendidik anak-anak “normal,” tapi juga unggul dalam pendidikan bagi anak-anak yang lemah mental. Pendek kata, Finlandia berhasil membuat seluruh anak didiknya cerdas — tak peduli yang normal atau yang lemah mental.
Finlandia mengalahkan 40 negara lain di dunia berdasar survei PISA yang dilakukan oleh OECD tahun 2003. Tes komprehensif dilakukan melalui pengukuran kemampuan mathematics, reading, science, dan problem solving yang nantinya ditujukan untuk peningkatan kualitas sistem pendidikan. Tes ini dilakukan per tiga tahun — tes terakhir dilakukan pada tahun 2006 dan hasilnya baru akan keluar akhir 2007. Mau tahu di mana posisi Indonesia?
Cinta dan Perkawinan
Satu hari, Plato bertanya pada gurunya, “Apa itu cinta? Bagaimana saya menemukannya?
Gurunya menjawab, “Ada ladang gandum yang luas didepan sana. Berjalanlah kamudan tanpa boleh mundur kembali, kemudian ambillah satu saja ranting. Jika kamu menemukan ranting yang kamu anggap paling menakjubkan, artinya kamutelah menemukan cinta”.
Plato pun berjalan, dan tidak seberapa lama, dia kembali dengan tangankosong, tanpa membawa apapun.
Gurunya bertanya, “Mengapa kamu tidak membawa satupun ranting?”
Plato menjawab, “Aku hanya boleh membawa satu saja,dan saat berjalan tidakboleh mundur kembali (berbalik)”. Sebenarnya aku telah menemukan yang palingmenakjubkan, tapi aku tak tahu apakah ada yang lebih menakjubkan lagi didepan sana, jadi tak kuambil ranting tersebut. Saat kumelanjutkan berjalan lebih jauh lagi, baru kusadari bahwasanya ranting-ranting yang kutemukan kemudian tak sebagus ranting yang tadi, jadi tak kuambil sebatangpun pada akhirnya”
Gurunya kemudian menjawab ” Jadi ya itulah cinta”
Di hari yang lain, Plato bertanya lagi pada gurunya,”Apa itu perkawinan?Bagaimana saya bisa menemukannya?”
Gurunya pun menjawab “Ada hutan yang subur didepan sana.
Berjalanlah tanpa boleh mundur kembali (menoleh) dan kamu hanya boleh menebang satu pohon saja. Dan tebanglah jika kamu menemukan pohon yang paling tinggi, karena artinya kamu telah menemukan apa itu perkawinan”
Plato pun berjalan, dan tidak seberapa lama, dia kembali dengan membawa pohon. Pohon tersebut bukanlah pohon yang segar/subur, dan tidak juga terlalu tinggi. Pohon itu biasa-biasa saja.
Gurunya bertanya, “Mengapa kamu memotong pohon yang seperti itu?”
Plato pun menjawab, “sebab berdasarkan pengalamanku sebelumnya, setelahmenjelajah hampir setengah hutan, ternyata aku kembali dengan tangan kosong.Jadi dikesempatan ini, aku lihat pohon ini, dan kurasa tidaklah buruk-buruk amat, jadi kuputuskan untuk menebangnya dan membawanya kesini. Aku tidak mau menghilangkan kesempatan untuk mendapatkannya”
Gurunya pun kemudian menjawab, “Dan ya itulah perkawinan”
- taken from aniesmaududi blog -
Perhiasan untuk para geek
Super Virus Baru
Apa yang dipresentasikan oleh hacker Joanna Rutkowska(wanita) pada konferensi para hacker “Black Hat” di Las Vegas, bisa jadi membuat para pengguna khawatir. Rootkit baru miliknya disebut “Blue Pill” tidak terdeteksi oleh semua anti virus. Program ini adalah program perusak yang memanfaatkan teknologi virtualisasi “Pacifica” pada prosesor AMD 64 bit yang baru. Hal ini memungkinkan dua sistem operasi berjalan secara bersamaan. Misal, salah satu sistem menjadi Host System untuk bekerja, sedangkan yang lain sebagai WebServer virtual Linux Client. “Blue Pill” memanfaatkan teknologi dual processing tersebut. Rootkit menggeser Host Operating System ke area virtual dan mengambil alih kontrol sebagai Host. Seluruhnya terjadi tanpa diketahui pengguna dan sistem operasi. Jadi, rootkit ini dapat merekam tombol yang ditekan(keylogger), menyambungkan diri ke Internet bahkan menyebarkan virus. “Blue Pill” memang hanya berjalan pada processor AMD 64 bit. Namun menurut dia, ciptaanya ini juga akan dimodifikasi untuk processor Intel. Dia mengaku belum mengarah kesana, jelasnya dalam sebuah weblog. Masalahnya bakal akan lebih rumit karena semua prosesor Intel menyediakan teknik virtualisasi. Memang Joanna tidak menyediakan rootkit tersebut untuk didownload. Namun bukan tidak menarik perhatian user. Kaspersky yakin bahwa bakal muncul varian berbasis “Blue Pill” dalam hitungan minggu. Jika produsen menutup lubang keamanan ini melalui patch, user hanya memiliki satu kesempatan yaitu, mereka harus mematikan kode virtualisasi dalam BIOS untukmencegahnya.
Keberanian Berpikir Sederhana
Keep It Simple Stupid (KISS) adalah slogan untuk menghargai indahnya berpikir sederhana. Boleh jadi ‘berpikir sederhana’ menjadi lebih sulit dibandingkan ‘berpikir rumit’. Berpikir sederhana memerlukan ‘keberanian’, pemahaman terhadap masalah yang lebih baik, dan kreatifitas tinggi. Kebanyakan orang dilatih di sekolah untuk menjadi semakin canggih, dan berpikir dengan cara yang semakin rumit.
Keep It Simple Stupid (KISS) pertamakali saya kenal dari kuliah professor saya tentang seni dalam mendesain. Insinyur yang baik semestinya bisa membuat solusi yang sederhana, elegan, dan tetap fungsional. Solusi sederhana ini seringkali tampak bodoh, tidak asyik, anak kecil juga bisa, padahal untuk menemukannya dibutuhkan keberanian dan kreatifitas tinggi. Misalnya, pesawat apakah yang akan Anda desain untuk bisa terbang berhari-hari pada tempat yang sangat tinggi dan bisa terus pada posisi tertentu? Jangan berpikir rumit. Jawabannya adalah : balon udara. Biasanya begitu mendengar kata pesawat terbang maka dalam benak kita akan muncul bentuk benda bersayap dengan mesin yang canggih. Kita cenderung mengabaikan bahwa balon udara juga sebuah bentuk pesawat terbang, mungkin karena teknologinya sudah kuno.
Seringkali dalam memberikan konsultasi dalam sebuah proyek, saya menghadapi kesulitan ketika menawarkan solusi yang sederhana. Klien cenderung senang dengan solusi yang canggih, rumit, futuristik, dan mahal. Padahal dengan solusi sederhana sudah bisa memenuhi kebutuhan klien. Kalau cuma seperti itu sih solusinya, ngapain saya menyewa konsultan? Kan nilai proyeknya mahal nih, masak cuma begini solusinya? Begitulah kira-kira yang sering terjadi. Memberikan solusi yang sederhana memang memerlukan keberanian hati, dan tentu argumen yang lebih kuat.















Recent Comments