16
Jan
08

Arti cinta bagi Steve Jobs

Pernahkan anda berfikir untuk mencintai pekerjaan anda, karena semakin Anda mencintai bisnis atau pekerjaan yang Anda jalani, semakin Anda menemukan arti hidup sesungguhnya.

Seperti juga kecintaan Steve Jobs, CEO Apple Inc. dan Pixar Animation Studios terhadap pekerjaan dan bisnisnya. Walau sempat dipecat dari perusahaan yang didirikannya sendiri, tak ada kata menyerah dari Steve Jobs.

Steve Jobs adalah satu dari sekian nama entrepreneur sukses yang dropped out dari universitas, selain Bill Gates dari MicroSoft Inc. dan Michael Dell dari Dell Computer Corp. Ia memutuskan keluar dari Reed College karena kasihan pada orang tua angkatnya yang harus membiayai pendidikannya yang mahal.

Di usia 20 tahunan, ia dan Steven Wozniak membangun cikal bakal komputer Macintosh di garasi rumah orang tuanya. Di tahun 1976, mereka berhasil mempopulerkan konsep personal computer pada dunia. Dan dalam 10 tahun, dua sekawan ini berhasil membangun Apple menjadi perusahaan beraset 2 miliar dollar dan memiliki lebih dari 4.000 karyawan.

Tetapi di saat ia berumur 30 tahun, Jobs harus menerima kenyataan pahit. Ia dipecat oleh Board of Director dari perusahaan yang didirikannya, karena kegagalan visinya dan kejatuhan Apple di kala itu.

Ketika itu Jobs merasa hancur, malu, impiannya hilang dan tidak mampu melakukan apa-apa selama berbulan-bulan. Sampai kemudian ia bertemu dengan David Packard dan Bob Noyce, ia pun mencoba memaafkan kesalahan-kesalahan yang pernah diperbuatnya.

Tapi ada satu yang tak berubah, walaupun ia pernah ditolak, Jobs masih mencintai, bahkan sangat mencintai apa yang dikerjakannya. Maka ia pun berusaha untuk bangkit, memulai segala sesuatunya dari awal lagi.

Lima tahun kemudian, Jobs mendirikan perusahaan Pixar Animation Studios yang membuat film animasi komputer pertama di dunia -“Toy Story”- dan berhasil memenangkan penghargaan Oscar sebagai film animasi terbaik. Dan tak lama kemudian ia bertemu dan jatuh cinta dengan perempuan yang kini menjadi istrinya.

Beberapa waktu kemudian, Apple membeli Pixar dan Jobs pun kembali menduduki jabatannya di perusahaan yang dulu ia dirikan. Sedangkan teknologi yang ia bangun di Pixar menjadi jantung kebangkitan Apple di masa kini.

Apple menjadi pemimpin inovasi dalam industri dekstop dan notebook, operating system, musik digital –dengan perangkat iPod dan iTunes, toko musik online-.

Sedangkan Pixar menjadi penghasil film-film animasi box office dan pemenang Oscar, seperti Toy Story, A Bug’s Life, Monsters Inc., Finding Nemo dan The Incredibles.

Kini Steve Jobs bisa berkata bahwa pernah dipecat dari Apple adalah hal terbaik yang pernah terjadi pada dirinya. Ibarat meminum sebuah pil pahit. Tetapi apa yang membuat Jobs bangkit dan terus maju adalah keyakinan dan kecintaannya pada apa yang ia kerjakan. Karena bagi Jobs, itu adalah satu-satunya cara mendapatkan hasil pekerjaan yang terbaik.

Mulai sekarang cintailah pekerjaan anda, jalani dengan tulus dan sepenuh hati dan jadilah yang terbaik. Jika anda belum menemukannya, teruslah berusaha. Semoga ini bisa memberi inspirasi.


5 Responses to “Arti cinta bagi Steve Jobs”


  1. 1 ntrid
    January 17, 2008 at 8:08 am

    When something bad happened to us, we didn’t realize that it might push us to do something better! so, apapun yang kita alami harus diambil sisi positifnya :)
    Artikel yang bagus, sangat memotivasi.. :)

  2. 2 ntrid
    January 17, 2008 at 8:17 am

    ud lupa comment yg tadi

  3. January 17, 2008 at 11:57 am

    I found it very interesting.

  4. 4 goesty
    January 17, 2008 at 1:04 pm

    laiya lahtrus siapa yang mau kita suruh selain diri kita sendiri.

  5. January 29, 2008 at 9:15 am

    doing what we love for living might be the next best thing after the peanut butter :D
    *and peanut butter ain’t that good, I say*


Leave a Reply




 

January 2008
M T W T F S S
« Dec   Feb »
 123456
78910111213
14151617181920
21222324252627
28293031  
Add to Technorati Favorites

PageRank Button
Cara Membuat Blog
blogarama - the blog directory

Blog Stats

  • 4,560 hits

Yang Sudah Mampir

Pages